Senin, 13 Oktober 2014

Aye-aye ( Daubentonia madagascariensis )

            Aye-aye adalah hewan berpenampilan aneh dan memiliki jari-jari kurus yang panjang. Aye-aye dianggap sebagai salah satu primata paling unik di dunia. Hewan ini termasuk dalam daftar spesies langka dan terancam punah. Aye-aye adalah hewan asli pulau Madagaskar yang  memiliki penampilan aneh, dengan telinga yang panjang, ekor yang juga panjang, mata melotot, dan jari tengah mirip tulang rangka. Aye-aye adalah sejenis lemur yang memiliki wajah musang, tubuh seperti seekor monyet kecil, cakar yang mirip sloth, dan gigi seri seperti hewan pengerat. Bahkan saking anehnya terkadang aye-aye tampak seperti bukan hewan. Pierre Sonnerat adalah yang pertama kali menemukan aye-aye pada abad ke-18 di Madagaskar. Pada awalnya aye-aye diklasifikasikan sebagai tupai dan juga kanguru karena kemiripannya dengan kedua hewan tersebut. Setelah ahli zoologi menemukan bahwa aye-aye sebenarnya adalah primata, mereka memberi nama ilmiah Daubentonia Madagascariensis. Menariknya, hanya aye-aye yang menjadi anggota famili Daubentoniidae

            Aye-aye memiliki bulu kasar berwarna hitam atau cokelat gelap dengan sebagian berwarna putih yang menyatu dengan dedaunan dalam kegelapan. Penampilan yang membuat aye-aye unik adalah ekor yang melebihi panjang tubuhnya, telinga besar yang sensitif, jari-jari yang ramping dan panjang, serta sepasang mata bulat besar. Semua jari-jari kaki dan jari-jari tangannya dilengkapi dengan cakar runcing yang membantu mereka bergelantungan di cabang pohon. Meskipun nampak seperti bukan primata, faktanya aye-aye memiliki hubungan kekerabatan dengan manusia, kera, dan simpanse. Sama seperti jenis lemur lain, aye-aye merupakan bagian dari primata prosimian, kelompok primata primitif yang ditandai dengan mata dan telinga besar serta menjadi hewan nokturnal.

            Aye-aye tinggal di pohon-pohon tinggi yang ditemukan di hutan hujan Madagaskar. Mereka tidur di siang hari dan menghabiskan sebagian besar waktu di atas cabang-cabang pohon. Aye-aye jarang turun ke tanah hutan. Pada siang hari, mereka meringkuk di sarang yang terbuat dari dedaunan dan cabang pohon. Sarang aye-aye ini strukturnya cukup kompleks, berbentuk bulat, dan hanya ada lubang tunggal sebagai pintu masuk.
Aye-aye adalah satu-satunya primata yang menggunakan echolocation untuk memburu mangsanya. Mereka menggunakan jari tengah sebagai organ sensorik primer. Jari ini sangat aneh karena sangat tipis dan kurus, bahkan hampir seperti kulit dan tulang. Aye-aye menggunakannya untuk menekan batang dan cabang pohon dan mendengarkan setiap pergerakan larva serangga dan belatung. Ketika mendeteksi suara, mereka akan menggigit lapisan luar kulit batang pohon tersebut dan menggunakan jari keempat untuk menyendok keluar. Aye-aye juga menggunakan jari ini untuk menyendok daging kelapa serta buah-buahan lain sebagai tambahan makanan mereka. Echolocation adalah proses yang digunakan oleh beberapa hewan dan burung, dimana suara bernada tinggi dipancarkan sehingga gemanya memantul kembali ketika mengenai setiap permukaan atau benda yang membantu hewan untuk menentukan arah dan jarak objek.
Aye-aye secara umum dianggap sebagai makhluk soliter. Namun, ilmuwan yang mempelajari hewan ini di habitatnya di hutan Madagaskar berpikir bahwa terkadang aye-aye bergerak berpasangan. Setiap pasangan memiliki kebiasaan makan pada pohon yang saling bersebelahan. Ketika salah satunya selesai, maka dia akan memanggil pasangannya sebelum pindah ke pohon lain, yang kemudian akan diikuti oleh pasangannya tersebut. Interaksi sosial yang juga sering terlihat adalah ketika aye-aye betina menggendong anaknya.

            Aye-aye memiliki reputasi buruk karena penampilannya yang menakutkan. Sering disebut lemur kematian dan dianggap sebagai pertanda kematian oleh penduduk Malagasi. Mereka percaya bahwa jika jari panjangnya menunjuk pada seseorang, maka kematian akan menimpa orang tersebut. Hal ini menyebabkan orang membunuh aye-aye jika melihatnya. Aye-aye dianggap pula sebagai hama karena sering menyambangi pertanian di pemukiman penduduk untuk mencari makanan.

beberapa Fakta Menarik tentang Aye-Aye
o   Aye-aye hanya ditemukan di pantai timur laut pulau Madagaskar.
o   Hewan ini memiliki gigi seri yang tumbuh terus menerus sampai mereka mati.
o   Aye-aye membangun sarang baru dengan ranting dan dedaunan dan akan berganti sarang setiap beberapa hari. Terkadang mereka membangun hingga 20 sarang di wilayahnya.
o   Makanan aye-aye cukup aneh, termasuk kacang, larva serangga, nektar, biji, jamur, dan buah-buahan seperti kelapa, mangga, leci, bahkan tebu.
o   Sebagian besar aye-aye ditemukan pada ketinggian di atas 700 meter di hutan.
o   Legenda kuno Malagasi menganggap aye-aye sebagai simbol kematian karena penampilannya menakutkan dan suaranya yang mengerikan.
o   Aye-aye yang dibesarkan di penangkaran bisa hidup 20 – 23 tahun, namun usia di habitat aslinya belum diketahui.
o   Aye-aye adalah primata nokturnal terbesar di dunia. Mereka sangat aktif pada malam hari, bergerak melewati jarak yang cukup jauh, dan jarang berhenti untuk beristirahat.
o   Berat aye-aye adalah sekitar 2,7 – 3,1  kg dan tumbuh hingga mencapai tinggi 61 cm.
o   Ekornya yang sangat panjang dan lebat terkadang bisa mencapai dua kali panjang tubuh mereka.
o   Predator utama mereka adalah manusia, fosa (sejenis hewan yang mirip kucing), dan beberapa burung pemangsa.
o   Mereka adalah primata dengan rasa ingin tahu tinggi dan tidak terlalu berbahaya, meskipun mereka agresif terhadap sesamanya.

Sumber
http://www.echanugrozz.com/2014/03/inilah-hewan-unik-aneh-dan-langka-di.html
http://www.amazine.co/22137/11-fakta-tentang-aye-aye-primata-unik-dari-madagaskar/

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com