Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Kata kata Cinta dan sakit hati-Kata kata galau-Puisi Cinta-Puisi Galau-Motivasi-Inspirasi-Ungkapan-Curahan Hati-Catatan Hati-dll. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Kata kata Cinta dan sakit hati-Kata kata galau-Puisi Cinta-Puisi Galau-Motivasi-Inspirasi-Ungkapan-Curahan Hati-Catatan Hati-dll. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2015

Anty, Si Ratu Semut yang Adil


Di bawah pohon mangga rimbun, ada bebatuan besar yang di bawahnya hidup koloni semut hitam. Ratusan semut dengan ratunya. Mereka hidup sangat rukun. Kemanapun mereka pergi, selalu berbaris rapi bak barisan tentara.

Anty, si ratu semut itu. Dia sangat tegas memimpin anak buahnya, memberi perintah kepada koloninya. Kegiatan mereka setiap harinya hanya bekerja dengan giat mencari makan dan membangun rumah sarang mereka. Anty memerintahkan anak buahnya untuk menggali tanah di bawah bebatuan untuk berteduh di musim panas dan bersembunyi di musim hujan.

Anty sangat adil terhadap anak buahnya, terutama tentang makanan. Suatu hari mereka bergotong royong mengangkut sisa-sisa pecahan buah mangga harum manis yang jatuh ke tanah karena busuk sudah terlalu matang tidak dipetik oleh manusia si pemilik pohon mangga itu. Mungkin mangga yang terjatuh itu letaknya terlalu tinggi dan tidak nampak, sehingga menjadi busuk dan jatuh begitu saja ke tanah. Koloni semut Anty mengangkut remahan mangga itu, untuk dibawa ke dalam sarang mereka di bawah batu besar. Makanan yang terkumpul di sarang tidak untuk dimakan sendiri oleh Anty, namun juga untuk dibagi sama rata, untuk makan malam mereka.

Begitupun saat teman-teman Anty berjalan berpapasan, setiap berpapasan mereka berhenti sejenak untuk bertegur sapa dan bertukar informasi ke teman yang lain. “Di sana masih ada makanannya, di dekat gundukan tanah.”

Anty tidak pernah mengajarkan kepada koloninya untuk saling berebut makanan, saling menyakiti, apalagi untuk saling membunuh. Semua makanan dibagi sama rata. Oleh karenanya semua anak buahnya berukuran sama kecilnya. Kecuali dirinya, takdir sejak lahir lah yang menjadikannya sebagai ratu semut. Karena Anty berbeda dengan teman-temannya, dia memiliki kepala, karapas dan antena yang lebih besar daripada teman-temannya.

Karena ukuran kepalanya yang lebih besar dari teman-temannya, Anty memiliki penciuman yang lebih tajam daripada teman-temannya. Setiap Anty mencium ada bau makanan, dia segera menyiagakan pasukan koloninya berbaris, bergotong-royong menuju makanan itu untuk kemudian diangkut ke dalam sarangnya. “Teman-teman, di dekat pintu teras rumah ada potongan-potongan kue sisa dari anak-anak yang bermain tadi siang. Ayo semangat. Kita angkut kue itu untuk makan malam nanti!” Begitu Anty berinstruksi, dengan sigap teman-temannya berbaris mengangkut bersama-sama potongan kue itu.

Karena mempunyai antena lebih panjang dari teman-temannya, Anty lebih peka terhadap suara-suara. Pada suatu hari ada suara mesin pemotong rumput yang akan bekerja memotong rumput di kebun belakang dekat pohon mangga rindang itu. Suaranya bergemuruh “Bbrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrhhh…” Dengan cepat, Anty mengomando teman-temannya untuk pergi dari sarang itu sementara, sampai keadaan aman. “Teman-teman, ada mesin pemangkas rumput datang, ayo kita pindah sekarang. Kita cari tempat yang lebih aman dan nyaman. Kita cari bebatuan di tempat lain yang sama rindangnya. Agar kita tidak kepanasan dan tidak kedinginan karena hujan. Ayo jalan yang teratur dan percepat langkah kalian, agar kita semua tidak ada yang cidera terkena mesin itu.”

Begitulah semut kecil, kehidupannya rukun, adil dan damai. Walaupun sederhana, hidup mereka bahagia dalam kebersamaan dan gotong-royong.

Singapore, Januari 2012

sumber :  http://sharingdisini.com/2012/02/20/anty-si-ratu-semut-yang-adil/

Kisah Jerapah yang Sombong

Di suatu padang rumput ada seekor jerapah yang baru beranjak dewasa. Namanya Edo. Dia sangat tinggi, jangkung, bahkan di antara teman-temannya, Edo lah yang paling tinggi. Karena lehernya yang paling panjang itu membuatnya menjadi anak yang sombong. Sering dia mengajak teman-teman jerapahnya untuk lomba makan daun-daun di pohon yang dahannya sangat tinggi. Dan sudah dapat ditebak, Edo lah si pemenang perlombaan itu. Berkali-kali dia memenangkan perlombaan makan daun dari puncak pohon, membuat Edo semakin besar kepala saja. Dia merasa anak yang paling hebat di kawasan padang rumput itu. Sampai – sampai dia tidak menghormati para sesepuh jerapahnya. Dia sering mengejek para jerapah-jerapah tua itu dengan sebutan “leher bengkok”, karena memang mereka sudah beranjak tua. Sedangkan si Edo masih muda, secara fisik dia masih kuat, leher masih tegak, jenjang dan tinggi.

Pernah satu hari Edo dimintai tolong oleh seorang sesepuh jerapahnya; “Nak, tolong ambilkan nenek  daun yang segar di ranting ujung pohon itu yaa.. nenek ingiiiiiiiiiin sekali makan daun-daun yang masih muda, hijau, lunak dan segar itu, tapi nenek tidak bisa menjangkau sampai ke ujung pohon itu, Tolong ya, nak Edo..” Lalu dengan sombongnya Edo menjawab nenek jerapah itu, “Aduh, nenek jerapah bagaimana sih, sudah tua jangan bawel deh, udah lah makan daun yang bisa nenek jerapah jangkau sendiri saja lah!!! Salah sendiri nggak bisa ambil daun di pucuk pohon!!”. Lalu nenek jerapah itu pun pergi dengan kecewa, melihat kelakuan Edo, si jerapah jangkung yang sombong.

Tidak hanya nenek jerapah itu saja yang ditolak permintaan tolongnya. Pernah juga ada seekor anak burung  yang terjatuh, saat si burung kecil itu sedang belajar terbang. Burung kecil itu tersangkut di dahan pohon paling ujung. Edo pun dengan sombong menolak permintaan teman-temannya untuk menolong si burung kecil itu. Jawaban Edo pada saat itu, “Ahhh.. dasar anak burung bodoh, punya sayap kok nggak bisa terbang, malah jatuh. Siapa suruh terbang kalau ngga bisa terbang.” Lalu Edo meninggalkan begitu saja, dan akhirnya teman-teman Edo yang berusaha menolong burung kecil itu.
Sampai pada suatu hari, si Edo saat berjalan- jalan sendiri di padang rumput, dia sedang asik melenggang bak anak yang sombong. Lehernya tegak lurus ke atas, dengan kepala terangkat. Lalu berhenti di suatu gundukan. Edo tidak sadar, bahwa yang dia injak gundukan itu adalah seekor kura-kura.  Seekor kakek kura-kura yang sudah berumur setengah abad. Lalu, si kakek kura-kura berusaha keras mengangkat tubuhnya dan berjalan maju selangkah, bermaksud agar Edo merasa jika di bawah kakinya berdiri menginjak seekor kura-kura. Lalu Edo sedikit tersandung. “Aduhhh!!”. Edo malah tidak bereaksi untuk minta maaf bahwa dia telah menginjak tempurung kakek kura-kura itu. Sebaliknya, dia malah marah-marah. “Dasar kura-kura peyot, aku jadi mau terjatuh nih.” Tidak puas dengan cukup berkata-kata, Edo pun langsung menendang tempurung kakek kura-kura, yang akhirnya kakek kura-kura terlempar beberapa jengkal.

Lalu kakek kura-kura hanya ringan menasihati Edo, “Anak muda, janganlah kamu sombong. Kamu masih muda, tubuhmu masih kuat, sebaiknya sayangilah sesama makhluk hidup ciptaanNya. Suatu hari nanti, kamu juga akan menjadi tua, pasti akan banyak yang lebih hebat dan kuat darimu.”   Lalu Edo cuek begitu saja sambil tidak memperdulikan nasihat kakek kura-kura. Tidak lama kemudian, awan mendung datang. Mendung yang begitu tebal, langit yang sebelumnya biru cerah menjadi abu-abu kelabu. Di padang rumput itu masih tertinggal Edo dan si kakek kura-kura yang berjalan sangat lambat menuju ke tepi di bawah pepohonan. Seakan masih ingin memperlihatkan kesombongan dan kekuatannya, Edo malah tidak bergegas pergi meninggalkan padang rumput yang hendak diguyur hujan. Dia hanya ingin menunjukkan kehebatannya ke kakek kura-kura, bahwa dia tinggi gagah di tengah padang rumput yang luas, dengan melenggang santai dan sombong, sambil dirinya membandingkan si kura-kura yang pendek dan lambat berjalan.

Lalu hujan sangat deras seketika itu datang mengguyur. Dan tiba-tiba petir yang sangat hebat menyambar, “DUARRRRRRRRRRR.” Akhirnya, Edo si jerapah jangkung itu ambruk, terjatuh ke tanah. Saat itu, kepala kakek kura-kura aman di dalam tempurungnya, tidak kehujanan dan juga terhindar dari petir yang dahsyat menyambar padang rumput. Tidak diam begitu saja, si kakek kura-kura dengan langkah pelan tapi pasti, dia mendekati ke Edo, dan memberikan perhatiannya. “Kamu tidak apa-apa, anak muda? Bangunlah, kenapa malah terdiam bengong tetap bersungkur di tanah?”. Lalu Edo menjawab, “kakek kura-kura,…aku takutttt.. huwaaaaaaaaaaaa…” sambil merengek bak anak kecil yang lemah. “Maafkan aku ya, kakek kura-kura, sudah menginjak tubuhmu dengan sombongnya. Walaupun kakek kura-kura sudah tua, tapi tetap kuat, tempurungmu mampu menopang berat badanku ini. Maafkan aku kakek kura-kura, karena sudah menendangmu, sampai terlempar beberapa langkah. Aku berjanji tidak akan menjadi anak yang sombong lagi, menolong sesama makhluk ciptaanNya.”

Dan sejak saat itu, si Edo tidak lagi menjadi jerapah yang sombong, namun berubah menjadi si jerapah yang baik hati dan suka menolong teman-temannya.

Singapore, XX Januari 2012

cerpen by ERIN SdS

sumber : http://sharingdisini.com/2012/02/21/kisah-jerapah-yang-sombong/

Tips Agar Dicintai Anak Murid Bagi Pengajar / Guru Muda

Bila anda adalah seorang pengajar muda, tentu banyak mengalami kesulitan saat mengajar siswa. Terkadang kita sering hilang kesabaran saat mengajar mereka. Untuk pengajar di SD kendala yang sering dihadapi adalah suasana kelas yang bising dan anak anak yang sering berkejar kejaran. Untuk pengajar smp kendala yang sering dihadapi adalah selain kelas yang bising, anak murid pun sering keluar pada saat pelajaran. Di kalangan SMA tidak jauh berbeda dengan SMP, namun siswa SMA sangatlah kritis.
Kali ini, saya akan membagi tips agar kita sebagai pengajar muda di cintai anak murid. Check this out !
  1. Untuk Kalangan SD
Bila kita siswa sd, kita harus memiliki ekstra kesabaran. Selain siswa aktif, mereka pun terkadang suka menanyakan hal yang luar biasa yang terkadang sulit untuk dijawab orang dewasa, karena tingkat imajinasi mereka yang masih tinggi. Untuk dicintai anak murid, kita sebagai guru harus bisa memasuki dunia mereka. Menjadi pendengar yang baik bagi mereka dan tidak menunjukan emosi kita pada mereka. Ajaklah mereka berdiskusi tentang banyak hal yang sesuai dengan umur mereka. Buatlah semacam permainan agar mereka tidak bosan belajar.
  1. Untuk kalangan SMP
Siswa yang duduk di bangku SMP dimulai dari umur 13-15 tahun. Siswa SMP adalah anak yang beranjak dewasa atau Remaja. Untuk bisa dicintai anak murid, mulailah berbagi informasi seputar masa remaja dengan mereka. Dengarkan segala keluhan mereka dan tetap menjadi pendengar yang baik. Karena siswa SMP adalah proses menuju dewasa, dimana mereka sudah mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Terkadang mereka suka “curhat” tentang kehidupan mereka, dan kita harus bersikap sebagai teman seumuran tanpa mengurangi rasa hormat mereka terhdap kita.
  1. Untuk kalangan SMA
Siswa SMA adalah anak yang sudah mulai dewasa. Berfikir kritis dan terkadang suka menggebu-gebu. Masuki dunia mereka dengan baik dan jadilah pendengar yang baik. Berilah mereka suatu tantangan positif yang memacu kreativitas mereka dengan cara-cara yang fun dan sesuai dengan umur mereka. Apabila ada yang berhasil melewati tantangan yang kita berikan, berilah mereka hadiah atas kerja kerasnya.

Dari tips diatas, bisa disimpulkan bahwa kita harus menjadi pengajar/guru yang bisa mendengar keluhan dari para siswa. Kesabaran adalah kunci keberhasilan pengajaran kita. Dengan kita dicintai anak murid, pasti anak murid akan menyukai pelajaran yang kita berikan dan cepat menagkap informasi yang kita berikan kepada mereka. Karena melihat keberhasilan mereka adalah kepuasan bagi kita sebagai Guru/Pengajar .

Artikel oleh Hanifah Khanza

sumber:http://sharingdisini.com/2015/04/16/tips-agar-dicintai-anak-murid-bagi-pengajar-guru-muda/

Rumah Kesayangan


Ada empat ekor siput, Ibu dan tiga anaknya yang sedang berdiri di rerumputan seberang jalan rumah sederhana berukuran tipe 36. Mereka sedang melihat barang-barang si pemilik rumah itu yang sedang dikeluarkan satu per satu dan dimasukkan kedalam truk pengangkut barang.  Nampaknya keluarga si pemilik rumah itu akan pindah rumah.

Lalu anak siput yang pertama bertanya kepada ibunya, “Ibu, kenapa mereka harus pindah rumah?”.

Lalu Ibu siput menjawab, “karena rumah mereka  sudah terlalu kecil, untuk keluarga mereka yang sudah mempunyai tiga orang anak”.

Anak ke dua bertanya juga kepada ibunya, “Ibu punya tiga anak juga, kenapa kita tidak pernah pindah rumah?”.
 
Lalu Ibu siput kembali menjawab, “karena Tuhan memilihkan kita rumah yang paling nyaman untuk kita tinggali seumur hidup kita.”

Anak ke tiga pun bertanya, “kenapa begitu, Ibu?”

Ibu Siput kembali menerangkan kepada ketiga anaknya itu, “karena sejak kalian lahir, Tuhan sudah menanugerahi rumah untuk masing-masing kita tinggali dan kita pakai; tempat kita berlindung di cuaca panas menyengat, berlindung dari guyuran hujan, dan berlindung dari musuh yang hendak menyakiti kita. Kita bisa tidur disini, hingga bermain dan berjalan-jalan kemanapun kita pergi, rumah kesayangan kita selalu menemani kemana kita pergi. Sampai kalian dewasa hingga akhir waktu nanti. Kalian harus rawat dan sayangi rumah kalian. Ini adalah rumah terbaik kita yang diberikan Tuhan.”
Lalu di suasana gerimis hujan pada saat itu, mereka pun berjalan berurutan mengikuti ibunya menepi jalan menuju ke pepohonan yang rindang, sambil mengamati rumah yang sebentar lagi akan ditinggalkan penghuninya.

sumber : http://sharingdisini.com/2012/02/23/rumah-kesayangan/

Kisah Anak Bebek yang Hilang

Seekor bebek kecil telah hilang dari ibu dan saudara-saudaranya.

Dia hilang setelah bermain petak umpet di kolam dan sekarang semua bebek yang lainnya telah lenyap. anak bebek itu berjalan mencari-cari si induk dan saudara-saudaranya.

Dia berteriak memanggil ibunya dan keluar dari  alang-alang. “Kwek! Kwek!! mana saudara-saudaraku? mana ibuku? dia terisak-isak menangis.

Lalu ada suara yang sedang bermain di balik rerumputan. Mucul paruh kecil dan ekor yang sedang asik bermain di sangkar rumput kering yang panjang.   
“Halo! Kwekk.. Kwekk..”
tetapi jawabannya, piyikk! piyikkk! Bukan Kwekk! Kwekk! ternyata bukan induk bebek, tetapi ayam betina dengan anak-anaknya.
Lalu si anak bebek itu kembali berjalan dan mencari – cari si induk. Ada yang bermain – main di balik tumpukan jerami kering. Paruh kecil dan bulu yang muncul di balik tumpukan jerami.
Itu pasti keluarga saya, pikir anak bebek. Halo… kwek…kwek….
Tetapi burung-burung itu malah pergi dan terbang, Cuit..cuitt..cuitt.. bukan kwek. Kwek..
Anak bebek itu lalu kembali berjalan dan tiba-tiba ia melihat kaki yang sedang mengayuh-ngayuh di atas air dan burung – burung berleher panjang itu mencelupkan sebagian kepalanya ke dalam air. “Kwek. Kwek..apakah kalian adalah saudara-saudara saya? Anak bebek berleher panjang berkata.
“Hooooonk..hoooooonk. Bukan, kami angsa. Lalu angsa itu memeberitahu, ibumu ada di sana, di dekat lili air.
 
“Ahhh, itu dia. Ibu!!!!” Itik kecil itu memanggil ibunya.

“kamu kemana saja, nak, Ibu mencarimu ke mana-mana. Kamu menghilang

ya Ibu, tapi sekarang aku sudah kembali.

 “Kwekk. Kwek. Kwek” Bebek – bebek itu tertawa bahagia

sumber :  http://sharingdisini.com/2012/04/02/anak-bebek/

Si Peri Bunga yang Ceroboh

Di taman bunga perumahan green garden tempat tinggal Rima, ada banyak peri-peri kecil yang hidup di sekitar bunga-bunga yang berwarna – warni. Mereka tidak terlihat oleh kasat mata manusia, karena mereka sangat kecil sekali, dan pandai menyamarkan warna baju mereka menyerupai warna kelopak dan mahkota bunga yang ia tinggali.  Di sekitar tanaman bunga mawar merah, ada peri-peri yang berbaju merah menyerupai mahkota bunga mawar merah. Disekitar bunga melati, hidup peri-peri yang bajunya menyerupai kelopak bunga melati. Di sekitar bunga terompet ungu hidup peri-peri bunga berbaju menyerupai bunga terompet ungu.

Namun, si Rosy peri bunga mawar merah ia sedang jahil dan bosan dengan kostum bajunya. Akhirnya ia mempoles baju dan sayapnya menjadi warna warni, yang seharusnya berwarna merah dan hijau seperti bunga mawar. “Aku bosan memakai baju merah dan hijau, aku mau mengecat bajuku dan sayapku ahhh… dengan pewarna bunga-bunga yang berwarna-warni itu. Biar terlihat cerah dan tidak membosankan.” Kata si Rosy.

Suatu hari sepulang dari sekolah, Rima yang masih duduk di bangku sekolah dasar ingin memberi kejutan kepada neneknya yang sedang berulang tahun pada hari itu. “Hari ini nenek ulang tahun, aku belum punya kado untuknya. Mmmm.. kira-kira apa ya, kado untuk nenek…” pikirnya dalam hati sambil berjalan pulang melewati taman-taman bunga di sekitar rumahnya . “Ahh.. aku kasih bunga mawar aja ah.. itu di taman banyak sekali bunga mawar yang sedang bermekaran. Pasti nenek suka, karena harum dan cantik bunga nya.” Rima mendekati taman bunga di sekitar perumahannya yang terdiri dari sederatan bunga mawar merah.

Dan seketika itu, Rima melihat si Rosy peri bunga mawar yang sedang terbang di sekitar tanaman bunga mawar merah. Walau kecil, namun Rosy mencolok warna dengan kostum barunya yang warna-warni. “Ihhh apa itu?!! Heyy,,kamu peri ya? Aku tangkap kamu. Aku tangkap,… upss upss yahhh… Heyy… jangan terbang.”
“Ahhhhh,,,,legaaa…lega….hampir saja. Hampir saja aku akan ditangkap oleh bocah SD itu. Aku kapokkk..  Aku harus cuci di kolam itu agar semua warna-warni polesan ini luntur oleh air dan kembali ke warna semulaku.” Ujar di Rosy

Akhirnya Rima si bocah SD itu pulang dengan beberapa tangkai bunga mawar merah di tangannya, untuk diberikan kepada neneknya yang sedang ulang tahun. Dan Rosy, si peri bunga menyesal atas kecerobohannya, ia tidak akan pernah mencoba memoles badannya lagi dengan warna-warna yang mencolok mata. Karena anak-anak pasti akan mengetahui keberadaannya dan menangkapnya.

sumber : http://sharingdisini.com/2012/04/26/si-peri-bunga-yang-ceroboh/

Si Kaya dan Si Miskin (Hikmah dari Seberang)

Suatu hari seorang ayah dari keluarga  sangat kaya raya membawa anak lelakinya ke desa untuk menunjukkan kepadanya kehidupan orang-orang miskin di desa yang belum pernah dilihat oleh anak lelakinya itu. Mereka tinggal  beberapa hari di rumah seorang petani miskin dan merasakan hidup penuh kesederhanaan di desa.
Sekembalinya dari desa, sang ayah bertanya kepada anaknya, ”Bagaimana menurutmu perjalanan kita ini?”

“Hebat, Ayah,” kata anaknya.
“Apakah kau melihat bagaimana orang-orang miskin itu hidup?”
“Ya.” Jawab si bocah
“Lalu, pelajaran apa yang dapat kau ambil dari perjalanan itu?” tanya ayahnya dengan bangga.
“Aku baru sadar, bahwa kita punya dua anjing sedang mereka punya empat. Kita punya kolam renang  luasnya sampai setengah kebun, sedang mereka punya sungai yang tak memiliki ujung.  Kita mengimpor lentera untuk kebun kita, mereka punya bintang-bintang di malam hari. Teras kita luas sampai halaman depan, sedang mereka seluruh horizon. Kita punya tanah tempat tinggal kecil, mereka punya halaman sejauh mata memandang. Kita punya pembantu-pembantu yang melayani kita, sedang mereka memberikan pelayanan kepada orang lain dan saling membantu tanpa harus meminta imbalan. Kita membeli makanan kita, mereka memetik sendiri makanan mereka. Kita memiliki pagar mengelilingi dan melindungi kekayaan kita, mereka punya teman yang melindungi mereka.
Sampai di sini, sang ayah tak bisa berkata apa-apa. Kemudian anaknya menambahkan,” Ayah, terima kasih, engkau telah menunjukkan betapa miskinnya kita.”

****

Pesan Moral :
Kadang kita sering kali lupa kurang bersyukur atas pemberianNya, hanya memusatkan perhatian hanya pada apa-apa yang kita miliki, lalu merasa masih kurang dengan apa yang kita miliki. Sibuk dengan apa yang kita punya,  tidak peduli pada orang – orang di sekitar kita yang bernasib tidak seberuntung kita, namun mereka hidup damai, bahagia dan bersyukur dengan keadaan mereka.


sumber:http://sharingdisini.com/2012/09/14/si-kaya-dan-si-miskin-hikmah-dari-seberang/

Kisah Kura-Kura Yang Bawel


Alkisah jaman dahulu di sebuah danau di pegunungan, hidup seekor kura-kura yang bawel. Dia sangat cerewet sekali. Siapapun yang ditemuinya akan diajak bicara banyak, panjang lebar, tanpa jeda, dan sering membuat pendengarnya bosan, terganggu, hingga akhirnya jengkel. Mereka sering merasa heran bagaimana si kura-kura bisa bicara terus-menerus tanpa jeda dan tak berhenti-henti. Sehingga hewan-hewan lain mulai menghindari kura-kura karena tahu mereka akan mati kutu jika kura-kura mulai berbicara pada mereka. Si kura-kura bawel menjadi kesepian karenanya.

Setiap musim panas, sepasang angsa putih datang ke danau di pegunungan untuk berlibur. Mereka baik hati karena membiarkan si kura-kura berbicara sepanjang yang dia mau. mereka tidak pernah protes ataupun meninggalkan kura-kura. Si kura-kura jadi merasa senang pada sepasang angsa itu.
Ketika musim panas mulai berakhir dan hari-hari menjadi dingin, sepasang angsa bersiap-siap pergi dari danau itu. Si kura-kura mulai menangis. Dia benci musim dingin dan kesepian. “Andai saja aku bisa ikut pergi bersama kalian,” desahnya. “Kadang, ketika salju menutupi lereng dan danau, aku membeku, aku merasa begitu kedinginan dan kesepian.”

Sepasang angsa itu merasa kasihan pada si kura-kura, karena itu mereka mengajukan sebuah penawaran untuknya, “Kura-kura, kamu jangan menangis. Kami dapat membawamu asalkan kamu bersedia memegang satu janji.” 
“Ya! Ya! Saya janji!”  si kura-kura bawel segera menjawabnya, bahkan sebelum sepasang angsa mengatakan janji apa yang harus dia penuhi. “Kura-kura selalu menepati janji. Pernah, aku berjanji pada kelinci untuk berdiam diri sebentar saja setelah aku memberi tahu tentang semua perbedaan cangkang kura-kura dan…………………………” Kura-kura itu bercerita lagi panjang lebar, tanpa ada yang bertanya, dan tak berhenti-henti.

Satu jam kemudian, Ketika si kura-kura berhenti bicara, sepasang angsa melanjutkan kata-kata mereka, “Kura-kura, kamu harus berjanji untuk tetap menutup mulutmu! ”

“Gampang!” kata si kura-kura bawel. “Sebenarnya bangsa kura-kura terkenal sanggup menutup mulut kami dengan baik. Kami sebenarnya jarang sekali berbicara. Saya pernah menjelaskan hal ini kepada seekor ikan belum lama ini……………….” Si kura-kura bawel itu mulai bercerita panjang lebar lagi.

Satu jam kemudian ketika si kura-kura bawel diam sejenak, sepasang angsa itu menyuruh si kura-kura untuk menggigit bagian tengah sebuah tongkat kayu yang panjang dan menyuruhnya untuk tetap menutup mulutnya dengan menggigit kayu tersebut.
Lalu salah satu angsa memegang salah satu ujung tongkat dan yang lain memegang tongkat di ujung lainnya. Keduanya lalu mulai mengepakkan sayap dan terbang, pergi dari danau yang sebentar lagi akan membeku menjadi salju.

Inilah pertama kali dalam sejarah dunia kita:  kura-kura terbang!
Lebih tinggi dan lebih tinggi lagi mereka terbang menjulang. Makin lama danau di pegunungan itu makin mengecil. Bahkan gunung yang besar pun terlihat semakin mengecil dari atas langit biru. Si kura-kura yang merasa takjub berusaha mengingat pemandangan itu baik-baik untuk diceritakan pada teman-temannya nanti ketika dia sudah sampai ke tempat tujuan.

Mereka terus terbang dan semuanya berjalan lancar sampai mereka melewati sebuah sekolahan, dimana waktu itu siswa-siswanya baru pulang sekolah. Beberapa anak melihat sepasang angsa dan kura-kura bawel. Lalu seorang anak berteriak, “Hei, lihat! Ada kura-kura bodoh terbang!”
Mendengar itu, kura-kura bawel tidak dapat menahan dirinya. “Apa kau bilang…  booo…doo..hhh???!!! ”

BRAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!

Terdengar suara keras ketika tubuh kura-kura menghempas tanah. Dan itu adalah suara terakhir yang dapat dia keluarkan. Si kura-kura bawel tewas karena dia tidak dapat menutup mulutnya pada saat yang benar-benar diperlukan.

*****
Jika kita tidak belajar mengendalikan diri,  menempatkan diri, bagaimana cara berdiam diri pada saat yang tepat, tidak mengumbar kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan, tidak bermanfaat, dan apalagi pada saat-saat yang benar-benar penting, maka bisa jadi, akibat buruk akan menimpa kita.
Sudah semestinya kita belajar mengendalikan diri, sabar sejak usia yang lebih dini dalam kehidupan kita. Karena hal itu yang dapat menolong kita menghindari banyak kesulitan dan ketika masalah menimpa pada kemudian hari.
Ajarkan kepada anak-anak Anda mulai hari ini, bagaimana tentang pengendalian diri, sabar dan bermoral baik dalam sikap. Agar generasi kita menjadi lebih baik dan bermartabat mulia.

Source: Kim, Regina
editor [e_SdS]


sumber : http://sharingdisini.com/2012/12/21/kisah-kura-kura-yang-bawel/

Rabu, 15 April 2015

Motivasi diambil dari 10 Disney Quotes

Film Disney yang tak terhitung jumlahnya sangat menghibur para penontonnya. Tidak hanya kalangan anak-anak yang menyukainya, namun juga kaum dewasa juga merasa terhibur dengan menonton film – film Disney. Ceritanya sangat menghangatkan suasana, lucu dan di dalamnya berisi pelajaran hidup. Tak jarang didalamnya mengandung percakapan kata-kata bijaksana yang dibawakan oleh tokoh-tokoh kartun dan hewan saat bernyanyi.

Berikut Sharing di Sini 10 Disney Quotes yang perlu Anda simak untuk menambah motivasi atau spirit hidup Anda.
Disney quotes elephant
Disney quotes of elephant
“Don’t just fly, soar.”–> “Jangan hanya bisa terbang, namun melambunglah.”


Disney Quotes of Hercules
Disney Quotes of Hercules
“A true hero isn’t measured by the size of his strength, but by the strength of his heart.”–> “Pahlawan sejati tidak diukur dengan seberapa besar kekuatannya, tetapi oleh kekuatan hatinya.”


Disney Quotes of Pinnocio
Disney Quotes of Pinnocio
“If your heart is in your dream, no request is too extreme.” –> “Jika hatimu ada di  impianmu, maka tidak ada permintaan yang tidak mungkin.”


Disney Quotes of Aladdin
Disney Quotes of Aladdin
“Like so many things, it is not what is outside, but what is inside that counts.”–> “Ada banyak hal, bukan apa yang ada di luar, tetapi apa yang di dalam adalah lebih penting.”


Disney Quotes of Snow White
Disney Quotes of Snow White
“Remember,  you’re the one who can fill the world with sunshine.” –> “Ingat, kamu-lah yang bisa mengisi dunia dengan sinarmu.”


Disney Quotes
Disney Quotes
“Keep your dream alive. Dreaming is still how the strong survive.” –> “Tetaplah bermimpi. Bermimpi akan membuatmu tetap kuat dan bertahan.”


Disney Quotes of Lion King
Disney Quotes of Lion King
“Oh, yes the past can hurt. But the way I see it, you can either run from it, or learn from it.”–> “Oh, ya. Masa lalu bisa saja membuatmu terluka. Namun bagaimana cara kita melihat dan mengambil hikmahnya, Kamu bisa bangkit dari masa lalu, belajar dari masa lalu.”


Disney Quotes of Poccahontas
Disney Quotes of Poccahontas
“Sometimes the right path is not the easiest one.”  –>  “Kadang-kadang jalan yang benar bukanlah jalan yang termudah dilalui.”


Disney Quotes of Cinderella
Disney Quotes of Cinderella
“Even miracles take a little time.” - > “Bahkan, mukjizat datang dalam sekejap.”


Disney Quotes2
Disney Quotes2
“If you focus on what you have left behind, you will never be able to see what lies ahead.” –> “Jika kamu selalu fokus pada masa lalu, maka kamu tidak akan dapat melangkah ke depan.”
Semoga Bermanfaat

Sumber : http://sharingdisini.com/2013/08/15/10-disney-quotes/

Rahasia Sukses Orang Jepang

Kita perlu belajar yang positif dari Bangsa Jepang. Anda berminat untuk sukses ? Pelajari Rahasia Sukses Orang Jepang.
Rahasia Sukses Orang Jepang
1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai

di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Semoga bermanfaat :) .


Sumber : http://gagaje.blogspot.com/2013/04/10-rahasia-sukses-orang-jepang.html

24 Selingan dalam Hidup

 1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya,  sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula  tertarik kepada kekayaannya,  karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada  seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya  senyum yang dapat membuat  hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu  menemukan orang seperti itu.

 2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.


 3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

 4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

 5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu
 lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

 6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa  mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

 7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang telah kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

 8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

 9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

 10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

 11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha
 menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

 12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

 13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

 14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

 15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

 16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

 17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

 18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

 19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

 20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

 21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

 22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu ! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

 23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

 24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis. 

Sumber : http://gagaje.blogspot.com/2013/05/24-selingan-dalam-hidup.html
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com